liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo

Bagaimana Media Sosial Jadi Rujukan Masyarakat Mencari Berita?

3 minutes, 54 seconds Read

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkap rencana pemerintah membentuk dewan pengawas media sosial (medsos). Menurutnya, selama ini pengawasan hanya dilakukan terhadap konten-konten di media konvensional, seperti televisi, radio, media cetak, maupun daring. 

Sementara konten di media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, atau TikTok belum ada yang mengawasi. Padahal banyak konten yang tersebar melalui medsos dan dianggap meresahkan, bahkan menjadi sarana penyebaran informasi keliru (hoaks). 

“Sekarang konten meresahkan itu bentuknya bermacam karena teknologi berkembang. Ya, mungkin pada waktunya kita perlu pengawas social media,” ujar Budi Arie dalam konferensi pers di Kantor Kominfo, Senin, 17 Juli 2023. 

Media sosial saat ini memang menjadi rujukan utama masyarakat dalam mencari informasi. Hasil riset Reuters Institute dalam Digital News Report 2023 menunjukkan pertumbuhan pembaca yang mengandalkan medsos sebagai sumber berita.

Secara global, ada 23% warganet yang mendapatkan berita dari media sosial pada 2018. Angka ini terus bertambah menjadi 30% pada 2023. Sementara, warganet yang mengakses berita melalui website atau aplikasi berita terus turun dari 32% pada 2018 menjadi 22% pada 2023.

Data ini diperoleh melalui survei yang dilakukan Reuters bekerja sama dengan YouGov pada Januari-Februari 2023. Survei yang dilakukan secara daring tersebut dilakukan terhadap sekitar 94 ribu responden di 46 negara, termasuk Indonesia. 

Di Indonesia, aktivitas warganet yang mengonsumsi berita dari media sosial bahkan jauh di atas rata-rata global. Survei tersebut menunjukkan, 65% warganet Indonesia yang mengandalkan medsos sebagai sumber berita. WhatsApp tercatat yang paling populer, diikuti YouTube, Facebook, Instagram, Tiktok, dan Twitter.

Pergeseran ini membuat medium penyebaran informasi tidak hanya dipegang para jurnalis. Setiap individu yang memiliki akses internet dan aplikasi media sosial dapat menjadi penyebar informasi. Maka dikenallah istilah jurnalisme warga atau citizen journalism, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen tapi terlibat dalam proses pengelolaan informasi itu sendiri. 

Masih merujuk laporan Reuters, peran para pemengaruh atau influencer dan selebritas semakin besar sebagai sumber utama berita, mengambil alih peran jurnalis. Sebanyak 55% pengguna TikTok dan Snapchat, serta 52% pengguna Instagram mendapatkan berita dari akun-akun personal seperti selebritas dan influencer

“Meski jurnalis arus utama sering memimpin percakapan seputar berita di Twitter dan Facebook, mereka kesulitan mendapat perhatian di media yang lebih baru seperti Instagram, Snapchat, dan TikTok,” kata laporan itu.

Perhatian terhadap topik berita di masing-masing media sosial pun berbeda. Pengguna Twitter lebih cenderung memperhatikan topik berita politik dan bisnis ekonomi. Sedangkan pengguna TikTok, Instagram, dan Facebook lebih cenderung mengonsumsi berita yang menyenangkan seperti hiburan.

TikTok, yang merupakan media sosial relatif baru memang berkembang secara masif di dunia, tak terkecuali Indonesia. Sejak diluncurkan pada tahun 2016, jumlah pengguna Tiktok secara global sudah melampaui angka 1 miliar akun pada tahun 2021.

Sebagai perbandingan, sejak diluncurkan pada 2004, Facebook mencapai 1 miliar pengguna pada Oktober 2012. Ini artinya, Facebook memerlukan hampir satu dekade untuk meraih pengguna yang dicapai oleh Tiktok yang hanya ditempuh dalam kurun 5 tahun.

Di Indonesia, jumlah pengguna aktif TikTok sebanyak 109,9 juta per Januari 2023. Menurut laporan We Are Social, posisi Indonesia berada di peringkat kedua setelah Amerika Serikat.

Pengguna yang mencari berita lewat TikTok mayoritas berusia muda, terutama Gen Z. Aplikasi besutan Bytedance ini digunakan oleh 20% pengguna secara global usia 18 hingga 24 tahun untuk memperoleh informasi.

Fenomena makin besarnya pengaruh media sosial turut disadari institusi media. Reuters Institute dalam Journalism Media and Technology Trends and Prediction 2023 juga menyebutkan bahwa institusi media akan memanfaatkan platform media sosial untuk menyalurkan konten yang mereka produksi. Sebanyak 63% perusahaan pers akan membuat konten TikTok. Angka tersebut meningkat 19% dibandingkan periode sebelumnya.

Di Indonesia, menurut laporan How Publishers Are Learning To Create And Distribute News On Tiktok sudah 90% perusahaan pers yang secara rutin mengunggah konten berita melalui kanal Tiktok. Posisi Indonesia berada di peringkat pertama dan disusul oleh Australia (89%), Prancis (86%), Spanyol (86%), Inggris (81%), dan Amerika Serikat (77%). 

Data ini menunjukkan bahwa pers berupaya memanfaatkan kanal media sosial secara lebih intensif. Seluruh pengguna media digital termasuk di Indonesia tetap bisa memperoleh berita akurat di berbagai kanal medsos.

Ketika seseorang membuka aplikasi media sosial, ada dua cara yang dilakukan untuk memperoleh informasi atau berita. Pertama, secara aktif yaitu ketika mencari informasi spesifik terkait suatu topik dengan memasukkan kata kunci di kolom pencarian.

Kedua bersifat pasif, di mana pengguna terpapar informasi tanpa melakukan pencarian. Hal ini sering terjadi ketika seseorang membuka aplikasi media sosial yang di dalamnya muncul beragam konten yang direkomendasikan oleh algoritma medsos itu sendiri.

Proses memilah informasi penting dilakukan agar terhindar dari berita bohong dan misinformasi. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan secara aktif melakukan pencarian terhadap akun perusahaan pers yang kredibel serta menyediakan konten berkualitas. Dengan begitu, algoritma akan membaca ketertarikan seseorang terkait konten dari akun medsos tertentu.

Di TikTok misalnya, beranda pada fitur For Your Page akan menampilkan informasi yang pengguna inginkan. Agar terus memperoleh konten berkualitas yang serupa, pengguna perlu aktif melakukan pencarian dan memberi respons seperti mengklik tombol suka misalnya. 

Begitu pula di Instagram, dengan memberikan respons pada suatu konten, maka algoritma akan menganggap bahwa pengguna menginginkan konten serupa pada guliran selanjutnya.

Similar Posts

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21