liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Mematut Peluang Prabowo di Palagan Pilpres 2024

Mematut Peluang Prabowo di Palagan Pilpres 2024

2 minutes, 3 seconds Read

Prabowo Subianto menyatakan siap menjadi calon presiden pada Pilpres 2024. Berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa calon ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu memiliki peluang yang menjanjikan. Namun, dia bukan satu-satunya politisi populer.

Dalam jajak pendapat dengan tujuh nama politisi, Prabowo diperkirakan mendapat 25,8% suara. Ini menempatkannya di posisi kedua (lihat bagan).

Prabowo yang kini menjadi Menteri Pertahanan tampaknya sudah mengungguli politisi lain, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam jajak pendapat dengan tiga nama politisi itu, dia juga diperkirakan mendapat jatah suara lebih besar dari Anies.

Berbagai jajak pendapat dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa Prabowo secara konsisten berada di puncak. Meski jauh mengungguli politisi lain, persaingannya dengan Anies dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih ketat.

(Baca: Terima kasih kepada After-Much Opt-Out Twitter)

Yang membedakan Prabowo dengan politisi lainnya adalah pengalaman. Mantan menantu Soeharto, penguasa Orde Baru, telah mengikuti tiga pemilihan presiden.

Pada 2009, ia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dengan perolehan suara 26,79%, mereka kalah dari pasangan calon Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono yang diusung Partai Demokrat.

Kemudian Prabowo maju sebagai capres pada Pilpres 2014 dan 2019. Pada 2014 dan 2019, ia kalah dari Joko Widodo (Jokowi) yang diusung oleh PDIP. Perolehan suara untuk Prabowo dan calon wakil presidennya menyusut menjadi 44,68% pada 2019 dari 46,85% pada 2014.

Meski tak pernah menang, Prabowo berhasil memperkuat basis pemilihnya (lihat grafik). Pada 2019, Prabowo dan calon wakilnya, Sandiaga Uno memenangkan tiga daerah pendukung Jokowi pada pemilu sebelumnya, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Jambi. Di sisi lain, hanya Gorontalo yang lebih memilih Jokowi daripada Prabowo.

Menjelang siklus pemilihan umum (pemilu), Prabowo telah melakukan beberapa langkah politik. Pada Agustus lalu, dia dan Ketua Partai Keadilan Nasional (PKB) Muhaimin Iskandar mengumumkan bahwa kedua partai secara resmi akan membentuk koalisi untuk pemilu mendatang. Kedua partai juga berencana untuk “memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang telah disepakati.”

Prabowo juga bertemu dengan Puan Maharani, Ketua Badan Pimpinan Pusat PDIP dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Keduanya bertemu pada 4 September 2022 untuk membangun ruang komunikasi antar partai menjelang pemilu 2024.

(Baca: Politik berkuda ala Prabowo)

Baik Prabowo maupun Puan, yang merupakan putri Megawati, tidak menutup kemungkinan menjadi cawapres pada pemilihan presiden mendatang. Namun, belum bisa dipastikan siapa calon presiden jika keduanya berpasangan.

Sebagai calon wakil presiden, Prabowo tertinggal di belakang enam politisi lainnya dalam survei terhadap 31 nama politisi, berdasarkan survei Lembaga Studi Indonesia (LSI). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tampil sebagai calon wakil presiden terpopuler dengan perolehan suara 16,6%. Seperti yang terlihat pada pemilihan presiden sebelumnya, penentuan calon wakil presiden akan menjadi tantangan strategis tersendiri.

Similar Posts