liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Menakar Ambisi Indonesia pada Target Iklim Terbaru

Menakar Ambisi Indonesia pada Target Iklim Terbaru

1 minute, 12 seconds Read

Menjelang konferensi PBB ke-27 tentang perubahan iklim atau COP27, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengumumkan peningkatan target pengurangan gas rumah kaca (GRK). Peningkatan komitmen tersebut tercantum dalam dokumen Enhanced Nationally Recognized Contribution (ENDC) yang dirilis pada 23 September 2022.

Pembuatan dokumen ENDC ini sesuai dengan mandat COP26 di Glasgow yang menyebutkan bahwa setiap negara harus meningkatkan target NDC Update 2021. Hal ini bertujuan agar skenario pencegahan kenaikan suhu global tidak melebihi 1,5°C dapat tercapai.

Berdasarkan ENDC, target penurunan emisi GRK Indonesia dengan kapasitasnya sendiri meningkat dari 29 persen menjadi 31,89 persen. Target dengan dukungan internasional meningkat dari 41 menjadi 43,20 persen.

Perubahan target adalah pengumpulan lima sektor yang menjadi fokus penurunan emisi, yaitu kehutanan dan lahan (FOLU), energi, limbah, industri dan pertanian.

Dengan sendirinya, sektor FOLU meningkat 1 persen, energi meningkat 14 persen, industri meningkat 133 persen, pertanian meningkat 11 persen, dan sektor persampahan meningkat 264 persen.

Sedangkan menurut skenario bantuan internasional, sektor FOLU akan meningkat 5 persen, limbah 9 persen, industri 177 persen, dan pertanian 200 persen. Sedangkan target penurunan emisi untuk sektor energi tidak berubah.

Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (Dirjen PPI KLHK) menjelaskan dalam keterangannya bahwa kenaikan target tersebut dibentuk berdasarkan berbagai kebijakan nasional yang sedang berjalan.

Kebijakan yang dirujuk antara lain FOLU Net-sink 2030, percepatan penggunaan listrik, kebijakan B40, peningkatan penanganan di sektor limbah, peningkatan target sektor pertanian dan industri, serta Perpres 18/2021 tentang Nilai Ekonomi. Karbon.

“Melalui penguatan kebijakan ini, kami optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan dan meluasnya dampak perubahan iklim, baik di tingkat nasional maupun global,” kata Menteri KPM Siti Nurbaya dikutip dari KLHK (27/10). .

Similar Posts