liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Mengapa Anies Unggul Head to Head di Mata Pemilih Muda?

Mengapa Anies Unggul Head to Head di Mata Pemilih Muda?

1 minute, 43 seconds Read

Ada tiga nama yang kerap memimpin dalam berbagai jajak pendapat elektabilitas capres, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jenderal Gerindra Prabowo Subianto, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Elektabilitas ketiga politisi tersebut jauh melampaui nama-nama politisi lainnya, termasuk survei pemilih muda.

Dalam survei yang dilakukan Indonesian Center for Strategic and International Studies (CSIS) terhadap 1.192 responden berusia 17-39 tahun, tiga nama menduduki puncak daftar elektabilitas. Nama Ganjar menempati urutan teratas, disusul Prabowo dan Anies saat tujuh nama diajukan sebagai responden.

Begitu pula ketika tiga nama disodorkan, Ganjar menjadi yang teratas. Namun, posisi Anies dan Prabowo berubah.

Namun, jika berhadapan satu lawan satu, Anies menjadi pilihan pemilih muda. Baik saat berhadapan dengan Ganjar maupun Prabowo.

Dalam jajak pendapat yang mengadu dirinya dengan Ganjar, misalnya, Anies diperkirakan meraih 47,8% suara. Itu 3,9 poin persentase lebih tinggi dari Ganjar. Sedangkan 7,6% tidak menjawab dan sisanya tidak menentukan pilihan.

“Saat selesai kepala ke kepala antara Anies dan Ganjar, kami menemukan angka ini,” kata Arya Fernandes, peneliti CSIS Indonesia, saat peluncuran jajak pendapat, Senin (26/9/2022).

Menurut dia, perubahan komposisi suara itu karena adanya pengalihan dukungan pemilih dari calon lain. Anies mendapat banyak suara dari mayoritas pendukung Prabowo-Sandiaga Uno, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ganjar hanya menerima transfer suara dari pendukung pimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani. Meski ada juga pendukung Puan yang beralih ke Anies.

Hasil survei ini belum menunjukkan realitas pemilih dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Meski kecenderungan pemilih milenial dan Gen Z mampu memberikan gambaran yang mewakili mayoritas pemilih. Pasalnya, suara mereka mencapai hampir 60% dari total jumlah pemilih.

(Baca: Mencermati Peluang Prabowo di Pilpres 2024)

Anies telah menyatakan kesediaannya untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2024. Namun, terlepas dari popularitas dan elektabilitasnya, belum ada pihak yang secara resmi memutuskan untuk mencalonkan mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut.

Partai Gerindra—yang mengusung Anies sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2017—terlihat membawa pemimpin umumnya sendiri, yakni Prabowo. Sementara itu, Ganjar belum mendapat dukungan resmi dari PDIP, partainya.

Di sisi lain, Puan Maharani, putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, sudah menunjukkan tanda-tanda akan mengikuti pemilihan presiden mendatang.

Similar Posts