liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Mengapa Umur Perempuan Lebih Panjang daripada Laki-laki?

Mengapa Umur Perempuan Lebih Panjang daripada Laki-laki?

3 minutes, 42 seconds Read

Pertanyaan ini bukan hanya lelucon yang sering kita lihat di media sosial. Data membuktikan: rata-rata usia harapan hidup perempuan memang lebih panjang dibandingkan laki-laki. World Population Prospect 2022 mencatat angka harapan hidup perempuan di dunia mencapai 76 tahun, sedangkan laki-laki mencapai 70,8 tahun pada 2023.

Dunia Kita dalam Data menyatakan hal ini telah terjadi baik di negara maju maupun negara berkembang, setidaknya dalam dua abad terakhir. Di Indonesia, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, angka harapan hidup perempuan adalah 73,6 tahun sedangkan jenis kelamin lainnya lebih pendek 3,9 tahun.

Wanita juga memiliki umur yang lebih panjang ketika mereka sehat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis indeks tersebut harapan hidup sehat (Indeks HALE) atau usia yang diperkirakan mencapai manusia sehat tanpa penyakit serius atau cedera fatal.

Di Indonesia, pria bisa menikmati hidup sehat selama 61,9 tahun, sedangkan wanita 63,8 tahun. Di usia 60 tahun, wanita bisa menikmati 14 tahun hidup sehat, sedangkan pria 12,7 tahun.

Hasil Sensus Penduduk 2020 juga menunjukkan bahwa dari usia 45 tahun ke atas, rasio penduduk perempuan cenderung lebih tinggi. Berbeda dengan kelompok usia di bawah 45 tahun yang lebih banyak laki-laki. (Baca: Siapkah Indonesia Hadapi Ancaman Penduduk Tua?)

Mengapa wanita berumur panjang?

Beberapa penelitian telah menjelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kondisi tersebut. Namun, masih belum menjawab seberapa besar pengaruh masing-masing faktor terhadap umur panjang wanita. Secara biologis, wanita memiliki “kelebihan” dua kromosom X dan hormon estrogen dalam tubuhnya.

SN Austad dalam “Mengapa wanita hidup lebih lama dari pria: Perbedaan jenis kelamin dalam umur panjang” (2006) dalam jurnal Kedokteran Kelamin menjelaskan, kedua kromosom X memberikan penggantian pada sel-sel tubuh jika salah satunya rusak. Sedangkan pria dengan kromosom XY tidak memiliki cadangan ini.

Kemudian, menurut Eskes dan Haanen dalam “Mengapa wanita hidup lebih lama daripada pria?” (2007) diterbitkan dalam Jurnal Kebidanan & Ginekologi Eropa dan Biologi ReproduksiHormon estrogen juga meningkatkan produksi kekebalan tubuh. Inilah yang melindungi tubuh dari infeksi, berbeda dengan hormon pada tubuh pria.

Mungkin ini jawaban kenapa di masa pandemi Covid-19 lebih banyak perempuan yang berhasil sembuh. Meski kasus kematian lebih banyak menimpa pria, meski wanita lebih banyak terpapar Covid-19.

Perilaku dan Gaya Hidup Pria Lebih Rentan

Jika dilihat dari perilakunya, laki-laki lebih banyak melakukan aktivitas yang memiliki resiko bahaya atau kecelakaan. Misalnya, di tempat kerja. Ini mungkin yang sering dijadikan “meme” di media sosial.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2022, rasio penduduk laki-laki yang bekerja terhadap total penduduk laki-laki usia kerja (rasio pekerjaan terhadap populasi) mencapai 78,9%. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 64,6%. Sementara rasio untuk perempuan hanya 50,3%.

Pekerja sering mengalami kecelakaan kerja. BPJS Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 153 ribu kasus kecelakaan kerja—di lingkungan kerja, kecelakaan lalu lintas, dan di luar lingkungan kerja—terjadi sepanjang tahun 2020, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Sebanyak 74,7% dari total kasus kecelakaan kerja terjadi pada laki-laki dan 81,2% dari total kasus tersebut terjadi pada pekerja usia produktif. Kemudian, 3% dari total kasus meninggal dan 6% cacat, meningkat dari tahun sebelumnya masing-masing 2% dan 3%.

Tak hanya itu, pria juga dituding lebih banyak melakukan gaya hidup tidak sehat dibandingkan wanita. Misalnya, merokok dan minum alkohol dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Hasil Survei Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan menunjukkan proporsi pria yang merokok setiap hari sebesar 47,3%. Padahal, hanya 1,2% wanita yang merokok setiap hari, bahkan sebanyak 96,8% bukan perokok.

Konsumsi minuman beralkohol pada pria juga lebih tinggi. Persentase 6,1% ini jauh lebih tinggi dibandingkan persentase wanita yang mengonsumsi alkohol yang hanya 0,4%.

Meski begitu, proporsi wanita yang mengonsumsi makanan tersebut berisiko lebih tinggi. Ini membuat mereka juga rentan terhadap penyakit kardiovaskular. Misalnya, 30,5% wanita biasa makan makanan asin lebih dari sekali sehari, sedangkan pria 28,9%.

Kemudian, sebanyak 42,8% wanita juga memiliki kebiasaan mengonsumsi kolesterol dan makanan berlemak lebih dari satu kali dalam sehari. Proporsi ini lebih besar dibandingkan laki-laki, yaitu 40,7%.

Akibatnya, prevalensi wanita dewasa obesitas mencapai 29,3%. Angka ini dua kali lipat prevalensi laki-laki sebesar 14,5%.

Oleh karena itu, prevalensi perempuan dan laki-laki di Indonesia dengan penyakit kardiovaskular tidak berbeda nyata. Tingkat penyakit jantung adalah 1,6% untuk wanita dan 1,3% untuk pria. Sedangkan pada stroke, prevalensi pria sedikit lebih tinggi dibandingkan wanita, yaitu masing-masing 11 per mil dan 10,9 per mil.

Hanya prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis dokter yang menunjukkan perbedaan bermakna. Angka untuk perempuan mencapai 10,95%, sedangkan untuk laki-laki sebesar 5,74%.

Namun, profesor Universitas Johns Hopkins Patricia Davidson, dalam tulisannya di Percakapan (2017), mengatakan wanita umumnya 10 tahun lebih tua saat pertama kali mengalami atau didiagnosis menderita kelainan jantung. Salah satunya karena gejala yang dialami tidak biasa yang berujung pada penyakit jantung.

“Maka kemungkinan mereka sudah memiliki kondisi lain, seperti radang sendi dan diabetes, yang biasanya membuat mereka mendapatkan hasil yang lebih buruk,” tulisnya.

Jadi, meski wanita tercatat hidup lebih lama dari pria, belum tentu mereka menjalaninya dalam kondisi lebih sehat.

Similar Posts