liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Mengurai Transaksi Mencurigakan Bernilai Jumbo di Kemenkeu

Mengurai Transaksi Mencurigakan Bernilai Jumbo di Kemenkeu

0 minutes, 44 seconds Read

Menteri Keuangan Sri Mulyani merinci transaksi mencurigakan senilai Rp 349 triliun di Kementerian Keuangan pada 27 Maret 2023. Transaksi terkait pegawainya, menurut dia, senilai Rp 3,3 triliun.

Sri Mulyani mengatakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengirimkan 300 surat ke Kementerian Keuangan antara 2009 dan 2023. Sebanyak 65 surat, dengan total transaksi Rp 253 triliun, merupakan debet/kredit korporasi terkait perpajakan dan kepabeanan. .

Lalu, ada 100 surat dengan nilai transaksi Rp 74 triliun yang ditujukan kepada aparat penegak hukum (APH) lainnya. Omong-omong, kedua jenis surat ini tidak terkait dengan staf Kementerian Keuangan.

PPATK juga mengirimkan 135 surat ke Kementerian Keuangan, dengan total transaksi mencapai Rp22 triliun. Dari jumlah itu, Rp 18,7 triliun terkait debet/kredit korporasi untuk mengusut keterlibatan staf Kementerian Keuangan dengan perusahaan itu.

Saldo Rp 3,3 triliun terkait debet/kredit pegawai Kemenkeu, termasuk gaji dan penjualan aset. Beberapa surat digunakan untuk persyaratan uji kesesuaian dan kesesuaian untuk mutasi dan promosi. Sedangkan transaksi mencurigakan sudah ditindaklanjuti atau dilimpahkan ke APH.

Similar Posts