liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Ribut-ribut di Balik Pinangan BTN Syariah atas Bank Muamalat

Ribut-ribut di Balik Pinangan BTN Syariah atas Bank Muamalat

3 minutes, 58 seconds Read

Penolakan dari Muhammadiyah dan MUI

Namun, aksi korporasi ini tidak berjalan mulus. Ada pihak-pihak yang menentang ‘perkawinan’ BTN Syariah dan Bank Muamalat. Ketua PP Muhammadiyah yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menolak rencana ini. Alasannya, Bank Muamalat harus tetap menjadi bank dari umat, bersama umat, dan untuk umat.

“Ide untuk memergerkan Bank Muamalat dengan BTN Syariah sebaiknya tidak dilanjutkan,” ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Jumat (19/1). Menurutnya ada beberapa pertimbangan yang membuatnya menolak merger Bank Muamalat dan BTN Syariah.

Pertama, ia menyebut bahwa warisan para pendiri terdahulu yang telah bersusah payah mendirikan bank ini harus tetap terjaga. Sejarah pendirian Bank Muamalat bermula dari umat, terutama MUI, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Selain itu, ada juga beberapa pengusaha muslim yang terlibat. Rencana untuk mendirikan bank syariah pertama di Indonesia ini mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia.

Ide untuk mendirikan bank syariah itu muncul dalam sebuah lokakarya MUI pada Agustus 1990. Hasan Basri, yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua Umum MUI, mengangkat tema bunga bank dan perbankan.

Anwar menyatakan Bank Muamalat yang berdiri pada 1992 merupakan bank syariah pertama di Indonesia bukanlah bank pemerintah atau bank milik negara tetapi bank swasta milik umat. Meskipun saat ini pemegang saham mayoritas Bank Muamalat adalah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), bukan berarti Bank Muamalat menjadi milik pemerintah karena dana yang diinvestasikan di bank tersebut adalah milik umat.

Kedua, MUI menginginkan tetap ada bank swasta milik umat di tengah-tengah persaingan perbankan di Indonesia. “Dalam menangani masalah Bank Muamalat Indonesia ini ke depan, kami mengharapkan pendekatan yang dipergunakan tidak hanya murni menggunakan hitung-hitungan ekonomi dan bisnis saja, tapi juga harus bisa memperhatikan dan mempertahankan sejarahnya.

Menurut Anwar, sejak BPKH masuk ke Bank Muamalat, kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut meningkat. Ia berpendapat langkah pemerintah seharusnya bukan dengan mencaplok BMI untuk menjadi bank milik negara. Bank Muamalat justru harus dipertahankan eksistensinya sebagai bank milik umat yang kuat dan bagus.

Ini bukan pertama kalinya Muhammadiyah bersikap keras terhadap merger bank syariah. Hal serupa pernah terjadi pada Desember 2020. Pada saat itu, Muhammadiyah mengancam akan menarik dana amal usaha dan persyarikatan yang selama ini ditempatkan di Bank Syariah Indonesia (BSI). Seperti diketahui, BSI merupakan bank hasil merger antara tiga bank syariah milik bank BUMN, yakni PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM).

Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto mengatakan pernyataan itu disampaikan karena Muhammadiyah menilai BSI dan perbankan pada umumnya tidak berpihak kepada masyarakat kecil. “BSI dan perbankan pada umumnya tidak menjadi lembaga yang memberi kemudahan dan dimanfaatkan oleh kelompok yang memiliki akses kuat secara ekonomi, politik, dan sosial manapun,” kata Agung dalam konferensi pers yang berlangsung secara daring, Selasa (22/12/2020).

Pengumuman Muhammadiyah itu keluar tepat setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bank-bank BUMN yang membahas merger dan komposisi komisaris serta direksi BSI. Penarikan dana Muhammadiyah ini sejalan dengan tujuannya, untuk mendukung pengembangan program usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kerakyatan yang memiliki spirit Al Quran.

Rencana ini cukup membuat panik karena dana Muhammadiyah yang ditempatkan di BSI diperkirakan mencapai Rp 15 triliun. Nilai penarikan dana Muhammadiyah itu dihitung oleh tim khusus internal mereka yang diketuai oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah Zamroni.

Salah satu cara Muhammadiyah mewujudkan misinya untuk memajukan ekonomi umat adalah dengan meletakkan dana-dananya di bank-bank syariah yang lebih kecil. Menurut Anwar, ketika Bank Syariah Indonesia menajdi bank yang besar dan masuk ke dalam jajaran sepuluh bank syariah terbesar di dunia, umat maupun masyarakat kecil semakin sulit menjangkau bank tersebut.

“Mungkin sudah waktunya bagi Muhammadiyah untuk tidak lagi mendukung Bank Syariah Indonesia milik negara tersebut,” ujar Anwar.

Menanggapi kabar merger perusahaan dan BTN Syariah serta penolakan dari petinggi MUI dan Muhammadiyah, Bank Muamalat buka suara. Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Indonesia Hayunaji mengatakan masalah merger atau akuisisi sepenuhnya berada di ranah pemegang saham pengendali, yakni BPKH. “Kami tentunya akan mengikuti arahan dan strategi dari BPKH,” kata Hayunaji kepada Katadata.co.id, Senin (22/1).

Akan tetapi, polemik dari pihak-pihak yang pro dan kontra masih berlanjut. Sempat berhembus kabar bahwa Bank Muamalat bakal memilih opsi initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) daripada merger dengan BTN Syariah.

Rencana IPO ini sebenarnya telah terdengar sebelum isu merger dengan BTN Syariah mengemuka. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Hayunaji pada Juni lalu. “Aksi korporasi ini hanya sebatas pencatatan saham, tanpa diikuti penawaran umum saham perdana,” ujar Hayunaji, pada Jumat (23/6).

Tujuan dari pencatatan saham di bursa adalah untuk memenuhi ketentuan regulator. Selain itu, Bank Muamalat berharap hal itu dapat memberikan kesempatan kepada publik untuk dapat ikut memiliki saham perusahaan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sejauh ini belum menerima pengajuan resmi dari Bank Muamalat untuk IPO tersebut. “Intinya belum masuk pipeline, tapi kami mendengar informasi bahwa mereka sedang dalam proses dokumentasi,” ujar I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian di Gedung BEI, Jakarta, pada Oktober lalu.

Similar Posts

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21