liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Tantangan Kredit Usaha Rakyat 15 Tahun Membesarkan UMKM

Tantangan Kredit Usaha Rakyat 15 Tahun Membesarkan UMKM

4 minutes, 25 seconds Read

Rony Billiardo Tinus tidak menyerah menawarkan desain pakaiannya kepada pengunjung pameran. Ada dua wanita yang tertarik dan keduanya mencobanya. Rony yang hari itu mengenakan baju hijau dan kain tenun menutupi kakinya adalah pemilik rumah mode “Billiardo”, salah satu UKM peserta pameran.

“Di pameran seperti ini Saya memang suka banyak grosir,” kata Rony di pameran fashion hasil kerja sama UNESCO dan Citi Foundation di Magelang, Jawa Tengah, Jumat, 25 November 2022.

Rony mendirikan rumah mode Billiardo pada 2015. Pria asal Yogyakarta ini mengaku usahanya mulai berkembang setelah berani mengambil fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2017 dan 2018. Berbekal dana tersebut, ia membangun studio dan galeri untuk memproduksi dan menjual pakaian yang dirancangnya.

Tak ayal, kini Rony mampu meraup pendapatan bersih hingga Rp 200 juta per tahun. Kisah Rony merupakan salah satu kisah sukses program KUR.

KUR merupakan program pemerintah untuk membuka akses usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperoleh kredit perbankan. Program ini diluncurkan pertama kali pada tahun 2007. Hingga Desember 2022, total penyaluran KUR telah mencapai Rp1.478,6 triliun kepada 52,4 juta debitur.

Skema Baru Perluas Akses KUR

Di awal peluncurannya, penyaluran KUR masih lamban. Pada periode 2007-2014, total penyaluran Rp 178 triliun atau kurang dari Rp 50 triliun per tahun.

Untuk mempercepatnya, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden No. 14 Tahun 2015 untuk membentuk Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM. Komite ini menentukan kebijakan pembiayaan UKM dan menentukan sektor prioritas.

Pemerintah juga mengubah skema subsidi. Sebelumnya, subsidi diberikan melalui jasa penjaminan kepada perusahaan penjaminan KUR. Sejak 2015, telah dikonversi menjadi subsidi bunga.

Subsidi tersebut meliputi selisih antara bunga yang diterima bank atau lembaga penerbit KUR lainnya dengan bunga yang dibebankan kepada debitur. Akibatnya, suku bunga KUR turun drastis dari 22% menjadi 12%, dan kini tercatat sebesar 6%.

Tak hanya suku bunga diturunkan, batas penyaluran KUR juga dinaikkan. Pada 2016, bank dan lembaga penyalur diperbolehkan menyalurkan KUR hingga Rp100 triliun dari sebelumnya hanya Rp30 triliun.

Alhasil, jumlah debitur meningkat dari 12,01 juta pada 2007-2014 menjadi 40,4 juta pada 2015-Desember 2022. Penyaluran KUR juga tercatat mencapai Rp 1.300 triliun sejak panitia dibentuk.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kontribusi KUR terhadap pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Pada tahun 2016, kontribusi KUR terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya sebesar 0,76%, menjadi 2,08% pada triwulan I tahun 2022.

“KUR juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja baru yang pada 2021 berhasil menyerap 12,6 juta tenaga kerja,” kata Airlangga pada Juli 2022.

UKM memang menjadi mesin utama perekonomian Indonesia. Pada tahun 2021, kontribusi UMKM terhadap PDB tercatat sebesar Rp8.574 triliun. Ini mencakup 61,07% dari total PDB Indonesia untuk tahun ini.

KUR Gerakkan UKM

Akses pembiayaan yang semakin terbuka membantu UKM mengembangkan usahanya. Selain itu, suku bunga yang relatif rendah dan pencairan cepat dianggap menarik bagi UKM.

“Laporan Monev KUR Semester I-2021” yang dibuat oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan bahwa 97% responden menganggap manfaat KUR tidak memberatkan. Kemudian 96% penerima menerima pencairan dana KUR dalam waktu kurang dari tujuh hari sejak penyerahan.

Laporan yang sama menunjukkan bahwa UKM menggunakan dana KUR untuk membeli bahan baku dan investasi, seperti membeli peralatan, mesin, dll.

Bahkan, mayoritas penerima KUR merasakan dampak positif bagi usahanya. Sebanyak 65% penerima KUR merasakan peningkatan pendapatan setelah menerima KUR. Sementara itu, hanya 4% penerima yang merasakan penurunan pendapatannya setelah menerima KUR.

Bagi yang mengalami peningkatan pendapatan, sebanyak 65% merasakan peningkatan pendapatan hingga Rp10 juta. Ada 18% yang merasakan kenaikan dari Rp 10 juta menjadi Rp 50 juta.

Khaleili Nungki Hashifah, seniman batik asal Kotagede, Yogyakarta, juga mengalami peningkatan pendapatan tersebut. Perempuan yang biasa disapa Nungki ini merasa penghasilannya kini sudah mencapai lebih dari Rp200 juta berkat proyek yang dibiayai KUR.

KUR membantu permodalan Nungki saat menyetok produknya di toko rekanan. KUR juga membantunya menggunakan batik pecanting di sekitar rumah produksinya untuk banyak pesanan.

Nungki mengaku sudah tiga kali mengambil KUR. Dia mengambil KUR ketiga pada tahun 2021 ketika harus memenuhi pesanan besar dari sebuah agen. “KUR sangat membantu jika benar-benar digunakan untuk keperluan bisnis,” ujarnya.

Ia berharap program KUR dapat terus berlanjut. Laporan evaluasi Kementerian Keuangan juga menemukan hal yang sama, 98% responden menginginkan program KUR dilanjutkan.

Masih Berbasis di Jawa dan Belum Produktif

Meski KUR sukses, penyaluran program ini masih belum merata. Data menunjukkan bahwa program tersebut masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Jawa Tengah merupakan provinsi dengan penyaluran KUR terbesar yaitu Rp 65,6 triliun pada tahun 2022.

Besaran KUR di Pulau Jawa juga sangat berbeda. Di luar Jawa, hanya ada lima provinsi dengan penyaluran KUR lebih dari Rp 10 triliun. Lima daerah tersebut adalah Lampung, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Maluku Utara merupakan provinsi dengan produksi terendah yaitu Rp 1,01 triliun. Penyebaran di wilayah sekitarnya juga tidak jauh berbeda. Maluku mendapat Rp 1,24 triliun, Papua Barat Rp 1,18 triliun, dan Papua Rp 2,27 triliun.

Tak hanya itu, target pemerintah menyalurkan KUR ke sektor produktif juga tak tercapai. Pemerintah menargetkan penyaluran KUR ditujukan pada sektor non perdagangan sebesar 60% dari total penyaluran.

Target ini ditetapkan pemerintah karena ingin UKM menghasilkan nilai lebih dan berorientasi ekspor. Tujuan tersebut tidak dapat dicapai dengan memusatkan penyaluran KUR pada sektor perdagangan.

Target yang ditetapkan ini ternyata sulit dicapai. Penyaluran KUR untuk sektor non perdagangan masih di bawah 60% dari target yang ditetapkan pada tahun 2019.

Meski belum terealisasi, penyaluran KUR untuk sektor perdagangan telah diturunkan hingga di bawah 50% sejak tahun 2020.

Pemerintah akan terus berupaya menyalurkan lebih banyak KUR ke sektor produktif. Pada 2023, pemerintah akan fokus pada sektor pertanian dengan memberikan pinjaman khusus hingga Rp2 miliar tanpa agunan.

“Salah satunya diputuskan (menyediakan pembiayaan) untuk pertanian. Karena apa? Karena selama pandemi Covid-19, sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah pertanian,” kata Airlangga saat menutup rapat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada 2 November 2022.

Similar Posts